wrapkit

Tentang Vaksinasi Pada Satwa Dampingan

Melanjutkan pembahasan minggu lalu tentang virus pada anjing dan kucing, sekarang saatnya Animal Friends Jogja membahas tentang vaksinasi.


Apa itu vaksin?


Vaksinasi adalah upaya untuk memperoleh kekebalan tubuh agar penerima vaksin kebal terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Dengan pemberian vaksin yang tepat, tubuh anjing dan kucing akan membentuk zat kebal dengan sendirinya sehingga dapat melawan mikroorganisme yang menginfeksinya. Biasanya, zat kebal  tersebut akan menurun kadarnya pada periode tertentu sehingga perlu dilakukan vaksinasi ulang agar kadar zat kebal dalam tubuh satwa dampingan selalu terjaga.

Vaksin dapat mengandung organisme hidup yang dilemahkan (live attenuated), organisme mati (inactivated vaccine), maupun rekombinan (mengandung hanya satu bagian dari virus yang berperan penting dalam penyakit, kemudian diperbanyak).

Mengapa Satwa Dampinganmu Perlu Divaksinasi?

Sebagai penyayang satwa dan pendamping yang bertanggung jawab, kamu pasti nggak mau satwa kesayangan kamu sakit atau kenapa kenapa kan? Karena banyak sekali penyakit mematikan yang bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Apalagi ketika kucing atau anjingmu memasuki usia beberapa minggu, yang sangat rentan terserang virus dan bakteri yang datangnya bisa dari mana saja. Terutama bagi kitten atau puppy piatu yang tidak mendapatkan imun bawaan dari susu ibunya.

Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum satwa dampingan kamu divaksinasi?

Saat satwa dampinganmu akan divaksinasi, mereka harus dalam kondisi sehat, karena vaksinasi merupakan suatu tindakan memasukkan bibit penyakit yang dilemahkan dengan tujuan untuk merangsang sistem imun, sehingga dibutuhkan kondisi fisik dan prima agar kuat menerima tindakan vaksinasi dan akhirnya bisa membentuk sistem imun sendiri.

Kondisi yang sehat secara klinis itu suhu tubuh-nya dalam derajat yang normal ( antara 38-39,5°C), nafsu makan baik, tidak bersin, batuk, diare, atau terjangkit parasit seperti cacing dan kutu. Dan lebih baik untuk tidak memvaksin satwa dampinganmu ketika mereka sedang capek habis perjalanan jauh, sedang hamil, atau sedang kondisi lemah. Lebih baik lagi jika anjing dan kucing mu sudah diberikan obat anti parasit (cacing dan kutu).

Penyakit apa saja yang dapat dicegah dengan vaksinasi?

Pada Kucing

Feline Panleukopenia Virus.

Penleu adalah penyakit yang gampang sekali menular dan sangat berbahaya.

Feline Calicivirus/ Herpesvirus.

Penyakit yang sering sekali muncul (diderita 80-90% kucing di dunia) yang menyerang sistem pernafasan

Chlamydia

Bakteri ini menyebabkan belek berlebih dan jika sudah parah bisa menimbulkan kebutaan.

Rabies Virus

Rabies adalah penyakit zoonosis yang bisa menular ke manusia. 

Pada Anjing

• Parvovirus

Canine parvovirus dapat menyebabkan anoreksia, dehidrasi akut, depresi, muntah dan diare berdarah. Kejadian infeksi pada umur anjing 2-3 bulan bersifat fatal.

Canine Distemper

Sama seperti Parvovirus, penyakit distemper mudah terjangkit pada anak anjing usia dibawah 3 bulan. Penyebarannya melalui udara dan kontak dengan droplet dahak atau discharge hidung hewan yang terinfeksi. Gejala dari penyakit ini berupa hilangnya nafsu makan, demam, muntah, diare, batuk, gangguan pernafasan, dehidrasi, keratosis pada cuping hidung, dan dapat disertai pustul-pustul di bagian bawah perut. Strain virus distemper ada yang bisa menyerang syaraf dan menyebabkan kerusakan syaraf permanen.

Infectious Canine Hepatitis/ Hepatitis Contagiosa Canis

Virus ini dapat menginfeksi hati, disebabkan oleh Canine Adenovirus Tipe 2. Gejala nya berupa gangguan pernafasan, anoreksia, demam, muntah, kekuningan, dan dapat menimbulkan penimbunan cairan di rongga perut (ascites) akibat kerusakan hati.

Canine Parainfluenza

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, yang menyerang saluran pernafasan atas dan dapat menimbulkan gejala bersin-bersin dan ingusan.

Kennel Cough

Penyakit ini dapat menimbulkan gejala berupa batuk kering maupun berdahak yang sangat mengganggu.

• Leptospirosis

Leptospirosis bersifat zoonosis yaitu dapat menular ke manusia. Penyakit ini dapat ditularkan melalui urin tikus ataupun kecoa. Anjing yang meminum air yang terkontaminasi oleh bakteri ini dapat mengalami infeksi dengan gejala demam tinggi, muntah, dan kekuningan di tubuh. Bakteri ini dapat menyerang hati dan ginjal.

Rabies

Virus Rabies dapat juga ditularkan ke manusia melalui gigitan anjing, maupun hewan lain seperti kera dan kucing yang positif terinfeksi. Virus ini menyerang sistem syarat pusat dan sangat mematikan.
 

Jadwal Vaksinasi pada Anjing (umur)

Umur

Vaksin

6 minggu   

Parvo

9 minggu 

Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepapitis, Leptospira.

12 minggu 

Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepapitis, Leptospira , Rabies.

1 tahun

Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepapitis, Leptospira , Rabies,    Bordetella.

 


Jadwal Vaksinasi pada Kucing (Umur)

Umur

Vaksin

7 minggu 

Panleukopenia, Rhinotraechitis, calici virus

10 minggu

Panleukopenia, Rhinotraechitis, calici virus

14 minggu

Rabies

1 tahun 

Panleukopenia, Rhinotraechitis, calici virus, rabies

 

Beberapa kekebalan yang dihasilkan tubuh karena vaksinasi bisa menurun seiring waktu. Silahkan konsultasikan dengan dokter hewan kamu dan sumber-sumber lain agar mendapatkan informasi yang lengkap.

Semoga artikel ini berguna buat kamu dan satwa dampingan kamu.

Salam sayang dari sahabatmu

 

Animal Friends Jogja

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia