wrapkit

Tentang Virus Pada Kucing dan Anjing

DISCLAIMER: Animal Friends Jogja bukanlah institusi medis dan berkompetensi untuk mendiagnosa kondisi medis, semua info yang kami berikan berasal dari literatur dan informasi medis yang kami kumpulkan dari berbagai sumber.
Konsultasikan dengan dokter hewan profesional tentang penyakit dari satwa dampingan kamu atau tentang program vaksinasi untuk kucing/anjing kamu. Mereka akan menyarankan vaksin yang direkomendasikan sesuai dengan lokasi dan gaya hidup kucing kamu.


Sebagai pendamping satwa, musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri karena banyak penyakit yang mengintai anjing dan kucing dampingan kamu. Udara yang cenderung lembab di musim hujan akan membuat jamur gampang berkembang. Bakteri, dan virus juga merebak di musim hujan, apalagi jika imun satwa dampingan kita sedang tidak fit.

Khusus tentang virus, tantanganya semakin berat. Karena tidak seperti bakteri atau jamur yang relatif lebih gampang dikontrol dengan menjaga kebersihan lingkungan. Virus tidak membutuhkan lingkungan yang tepat untuk bisa bertahan diluar tubuh satwa, Virus bisa tidak aktif bahkan selama bertahun-tahun untuk menunggu ada satwa yang bisa serang.

Jadi apa itu virus?

Virus adalah partikel infeksius yang hanya dapat bereproduksi di dalam sel hidup. Mereka dapat menginfeksi semua bentuk kehidupan, dari mikroorganisme hingga hewan. Virus terdiri dari bahan genetik (DNA atau RNA), kapsid protein, dan bungkus lipid.

Ahli biologi kadang-kadang menggambarkan mereka sebagai "organisme setegah hidup", karena mereka sangat mirip dengan organisme hidup tetapi mereka tidak memiliki struktur seluler atau metabolisme mereka sendiri dan mereka tidak tumbuh melalui pembelahan sel. Mereka menginfeksi sel korban, mengintegrasikan diri dalam sel dan membajak ulang sel untuk menghasilkan virus-virus baru.

Penyakit karena virus yang merebak kala musim hujan

Beberapa penyakit karena virus tercatat lebih sering muncul ketika musim hujan beberapa diantaranya adalah:

  • Panleukopenia

Penyakit ini disebabkan oleh Feline Panleukopenia Virus (FPV)  alias distemper kucing atau ataxia kucing. Virus Ini bisa menyerang kucing peliharaan dan kucing liar. dan menyerang saluran pencernaan kucing.  jika terserang virus ini, kucing biasanya jadi tidak mau makan, lemas, muntah, diare darah, anemia dan bahkan meninggal. Virus ini sangat menular dan bisa berakibat fatal bagi kucing yang terserang. Nama panleukopenia berasal dari jumlah sel darah putih yang rendah (leukosit) yang diperlihatkan oleh hewan yang terkena.

Panleukopenia dapat menyebar melalui cairan tubuh, feses atau kutu. Namun virus ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin RCP atau RCPCh (P ini artinya panleukopenia).

  • Distemper Anjing

Penyakit ini disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxoviridae yang menyerang sistem pernapasan, pencernaan, pernapasan, dan sistem saraf pusat anjing, serta membran mata konjungtiva.

Tanda-tanda pertama distemper anjing biasanya adalah bersin, batuk dan lendir kental yang keluar dari mata dan hidung. Demam, lemas, tiba-tiba muntah dan diare, depresi dan / atau kehilangan nafsu makan juga merupakan gejala dari virus ini.

Virus ini bisa menular melalui kontak langsung dengan urin segar, darah atau air liur. Bersin, batuk, dan berbagi mangkuk makanan atau air juga memungkinkan virus ini menular, terutama di musim hujan yang rentan menurunkan imun Anjing dampingan kamu.

Pencegahan harus dilakukan dengan vaksinasi untuk penyakit ini dan rutin diulang setiap tahun.  Vaksin yang diberikan biasanya berlabel DHPPi (Distemper, Hepatitis, Parvo dan Parainfluenza). Selain itu terus jaga daya tahan tubuh dan nutrisinya agar imun nya kuat.

  • Parvo Anjing

Canine Parvovirus (CPV) adalah virus yang sangat menular dan menyerang anjing. Virus ini menyerang dua bagian tubuh yang berbeda.

Kasus yang lebih umum adalah serangan ke usus, yang ditandai dengan muntah, diare, penurunan berat badan dan kurang nafsu makan (anoreksia). Serangan yang lain adalah serangan ke  jantung, yang menyerang otot-otot jantung dari janin dan anak-anak anjing yang sangat muda, serangan kepada jantung ini sering menyebabkan kematian. Sebagian besar kasus Parvo menyerang pada anak-anak anjing yang berusia antara enam minggu dan enam bulan.


Parvovirus bisa menular melalui kontak langsung dengan anjing yang terinfeksi, atau secara tidak langsung, melalui kotoran atau tanah yang terkena virus ini.


Bagaimana Menyiapkan Satwa Dampingan Agar Tahan Terhadap Virus

Selalu ada jalan. Dengan persiapan yang matang dan perhatian penuh dari pendampingnya, satwa bisa menghidari serangan virus dan hidup bahagia lebih lama.

Selalu lakukan kontrol kesehatan rutin ke dokter hewan. Jika ada gejala-gejala virus, segera bawa satwa dampinganmu ke klinik atau dokter hewan profesional terdekat. Jaga kesehatan, kebersihan dan nutrisi satwa dampingan mu agar tubuhnya selalu fit dan memiliki ketahanan tubuh yang kuat untuk menghadapi virus.

Dan tentunya: berikan vaksin lengkap kepada satwa dampingan kamu sesuai rekomendasi dokter hewan.

Berikutnya kita akan kupas juga tentang vaksin untuk anjing dan kucing, jadi pantau terus blog AFJ.



SUMBER:
Paterson, Sue. 2008. Manual of Skin Diseases of the Dog and Cat. Blackwell. United Kingdom.

Tilley, LP & Smith, FWK.The 5-Minute Veterinary Consult Canine and Feline Third Edition.Lippincott Williams & Wilkins.
https://www.basepaws.com/blog/most-common-viruses-in-cats/

https://www.petmd.com/dog/conditions/infectious-parasitic/c_dg_canine_parvovirus_infection

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia