World Day For Laboratory Animals: Ketika Jutaan Hewan Dieksploitasi di Laboratorium Seluruh Dunia Untuk Tes Medis Dan Non-Medis
INI BUKAN SAINS, TAPI KEKEJAMAN!!!
Tahukah kamu bahwa setiap tahun, jutaan hewan non-manusia menderita sampai mati di dalam laboratorium sebagai objek uji coba?
Hewan-hewan seperti kelinci, tikus putih, anjing, primata, dan hewan uji coba lainnya, menjadi sasaran eksperimen untuk menguji keamanan berbagai bahan kimia, obat-obatan serta kosmetik yang akan digunakan oleh manusia.
Hewan tak berdosa ini menderita atas perlakuan yang sangat kejam di dalam laboratorium. Mereka dicekok paksa, diberi dosis hingga ke tingkat mereka menunjukkan tanda-tanda toksisitas antara lain penurunan berat badan dan nafsu makan, muntah, diare, hingga kejang.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kini sudah berkembang pesat, yang mana menyediakan teknik canggih yang lebih cepat, lebih akurat, dan relevansi langsung dengan manusia. Ada berbagai teknik multidisiplin canggih yang memungkinkan studi tentang efektivitas dan keamanan zat pada jaringan manusia secara in-vitro, serta pada manusia. Metode non-hewan juga mencakup analitik komputer, basis data, dan model berdasarkan manusia – lebih baik untuk sains serta manusia dan hewan.
Sayangnya, beberapa peneliti hewan justru menolak beralih dari penggunaan hewan ke alternatif non-hewan dalam penelitian mereka, seperti diungkapkan melalui laman website https://worlddayforlaboratoryanimals.org/.
Dilembagakan pada tahun 1979, Hari Hewan Laboratorium Sedunia (World Day For Laboratory Animals), dan Pekan Hewan Laboratorium terkait, 24 April telah menjadi katalis bagi gerakan untuk mengakhiri penderitaan hewan di laboratorium di seluruh dunia dan menggantinya dengan teknik ilmiah non-hewan yang canggih. Kita, pecinta hewan, memperingati semua hewan yang telah menderita dan terbunuh dalam percobaan laboratorium.
Eksperimen gila yang menyakitkan ini seharusnya tak diperlukan lagi. Teknik canggih yang tidak bergantung pada hewan, dan berkonsentrasi pada metode yang lebih relevan dengan manusia adalah jalan menuju masa depan dunia yang lebih baik.
