The Monkey With No Name
Halo Sahabat
Pernahkah Anda mengagumi seseorang asing? Mungkin dia yang duduk di meja sebrang di cafe langanan, penumpang sebelah di bis kota Anda sepulang kerja, atau mahasiswa dari kelas sebelah atau karyawan di kantor lantai bawah. Ini adalah cerita kami tentang dia.
kami bahkan tidak tau namanya, yang kami tau, dia sering berada di sekitar base camp kami yang terpencil ini. Dia adalah monyet peliharaan salah satu tetangga kami disini, dilepas karena terlalu besar dan "merepotkan". kami yakin dia bingung, berada di tempat yang asing bagi dia (iya, hutan dan pepohonan itu asing baginya yang selama hidupnya dihabiskan di kandang dan kerangkeng--terantai). dia tidak tau cara mencari makan di alam. But he's a fighter! dia tetap berjuang hidup mandiri, belajar lagi dan bertahan hidup.
Pada rabu 3/7/18. kami mendengar suara jatuh yang keras di dekat sungai sekitar base camp. Macaca Tanpa Nama itu terjatuh di rumpun bambu dekat sungai. Kami segera bertindak! asumsi awal kami, dia keracunan, dia biasanya begitu lincah dan enerjik (that's why we loved him). dan pertolongan pertama kami adalah: air degan. Merasa air degan tidak begitu membantu kami segera menguhubungi tim kami dan membawa Monyet Tanpa Nama ke RSH Prof. Soeparwi. kondisinya masih lemas. tidak ada luka terbuka, cuma ada beberapa memar dan bengkak karena terjatuh, diagnosa awal dokter adalah dehidrasi, kami cukup lega.
Hari berikutnya (5/7/18). Kami mendapat hasil rontgen Monyet tersebut, ada 5 peluru bersarang di dalam tubuhnya. 1 peluru mengenai daerah sekitar paha atasnya, tidak terlalu dalam sehingga bisa diambil dokter secara langsung. Keadaannya sudah lemas dan hanya bisa terbaring di kandang perawatannya.
Dan akhirnya pada hari (6/7/18) Pihak Rumah Sakit Hewan memberikan berita duka, monyet tanpa nama telah meninggal dunia.
Kami yakin, Anda bisa merasakan emosi yang kami rasakan saat itu. Satwa yang tidak bersalah, terluka bahkan meninggal karena ulah manusia. satwa liar diambil dari induknya ketika masih bayi, diperdagangkan sebagai peliharaan exotis. Trauma masa kecil dan exploitasi ketika dewasa mewarnai hampir semua cerita mengenai monyet ekor panjang (macaca fascicularis) yang menjadi hewan peliharaan.
Kami di Animal Friends Jogja terus mendesak pemerintah untuk mengatur secara lebih ketat tentang perdagangan satwa liar. Walaupun jalan masih panjang, tapi kami tidak berencana untuk berhenti. tidak sebelum manusia dan satwa hidup harmoni dan saling hormat.
Salam Sayang,
