STOP TOPENG MONYET: Animal Friends Jogja (AFJ) & Tim Gabungan, Berhasil Hentikan Dua Pertunjukan Kejam!
Dalam kurun waktu satu minggu di bulan Februari 2025, Animal Friends Jogja bersama tim gabungan berhasil menghentikan dan menindak para pelaku pertunjukan topeng monyet di dua daerah, yaitu Magelang dan Bantul.
Topeng Monyet di Magelang
Pada 16 Februari, tim gabungan yang terdiri dari relawan Animal Friends Jogja, Satpol PP Kabupaten Magelang, serta relawan JAAN (Jakarta Animal Aid Network) bergerak cepat menindak pertunjukan topeng monyet di Kabupaten Magelang. Aksi ini dilakukan setelah adanya laporan dari warga yang peduli terhadap eksploitasi satwa.
Kesigapan Satpol PP Kabupaten Magelang patut diapresiasi. Berkat sosialisasi yang baik di wilayah Jawa Tengah, mereka langsung merespons tanpa menunda. Ini menjadi bukti nyata bahwa pelarangan topeng monyet bukan sekadar aturan di atas kertas, tetapi benar-benar ditegakkan.
Topeng Monyet di Bantul
Pada 18 Februari 2025, Animal Friends Jogja menerima laporan adanya praktik eksploitasi monyet ekor panjang dalam pertunjukan topeng monyet di wilayah Bantul.
Menanggapi laporan ini, tim kami segera berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Bantul, Lurah Pasar Niten, BPBD Bantul (Damkar), dan jajaran Polsek Kasihan untuk bergerak ke Pasar Niten menindak pelaku dan menyelamatkan monyet yang dieksploitasi.
Sebagai langkah penindakan atas dua kasus topeng monyet tersebut, maka alat peraga pertunjukan disita; sementara monyet-monyet korban eksploitasi kini dalam tahap karantina sebelum menjalani rehabilitasi dan nantinya akan dikembalikan ke habitat alaminya: HUTAN.
Penderitaan di Balik Topeng Monyet
Pertunjukan topeng monyet sering dianggap sebagai hiburan, namun di balik itu monyet-monyet ini mengalami penyiksaan sejak kecil.
-
Diculik dari alam, diambil paksa dari hutan dan dipisahkan dari induknya, mengakibatkan populasi monyet di alam liar semakin terancam.
-
Dilatih dengan kekerasan: Rantai di leher, pukulan, dan rasa takut menjadi bagian dari "latihan" yang mereka jalani agar bisa melakukan trik seperti berdiri, bersepeda, dan gerakan-gerakan lain yang bukan bagian dari insting alami mereka.
-
Eksploitasi demi uang: para monyet dipaksa tampil dengan kondisi fisik dan mental yang menderita, demi menghibur penonton.
Selain kejam, praktik topeng monyet juga berisiko menyebarkan penyakit zoonosis—penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Rabies, TBC, dan herpes B adalah beberapa contoh penyakit yang dapat ditularkan melalui interaksi dengan primata yang dipelihara secara tidak layak.
Tidak ada hiburan dalam penderitaan! Praktik ini melanggar kesejahteraan hewan dan etika perlindungan satwa liar. Pertunjukan topeng monyet secara hukum melanggar KUHP Pasal 302, namun praktiknya masih terus berjalan di beberapa daerah.
Pengawasan lebih ketat, penindakan tegas, dan edukasi publik perlu terus dilaksanakan agar tidak ada lagi yang mendukung pertunjukan kejam ini.
Masyarakat memiliki peran penting dalam mengakhiri eksploitasi ini. Jangan beri uang kepada pertunjukan topeng monyet, jangan mendukung eksploitasi satwa, dan terus sebarkan edukasi tentang dampak buruk praktik ini. Jika menemukan pertunjukan topeng monyet, segera laporkan kepada pihak berwenang.
Dengan tindakan nyata, kita bisa mengakhiri eksploitasi monyet dan mencegah wabah zoonosis di masa depan.
Hewan bukan hiburan—mari bersama melindungi mereka!
