wrapkit

Stop Makan Daging Anjing: Edukasi Tentang Bahaya Mengkonsumsi Daging Anjing dalam rangka Hari Rabies Sedunia

Perjuangan Animal Friends Jogja yang tergabung dalam Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) untuk menghentikan kekejaman perdagangan dan konsumsi daging anjing masih belum selesai. Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 28 Oktober secara global, Koalisi DMFI bekerjasama dengan Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul melakukan kampanye edukasi tentang bahaya mengkonsumsi dan perdagangan daging anjing kepada masyarakat yang tinggal di Bantul.

Dibantu oleh para relawan, kampanye edukasi pertama pada tanggal 26 September 2020 dilakukan dengan menyebarkan leaflet “Stop Makan Daging Anjing” dan sekaligus mensosialisasikan bahaya perdagangan daging anjing kepada masyarakat di tiga titik di Kabupaten Bantul, yaitu di Paseban, Gabusan, dan Kasongan. Kemudian pada tanggal 28-30 September 2020 relawan mendistribusikan poster bertajuk “3 Alasan Daging Anjing Dilarang” ke kantor kecamatan, kelurahan, dan puskesmas di seluruh Kabupaten Bantul. Pendistribusian dan penempelan poster ini adalah bentuk sosialisasi awal untuk rencana pelarangan perdagangan daging anjing oleh pemerintah di wilayah Kabupaten Bantul.

Hari Rabies Sedunia dirayakan untuk terus memberikan kesadaran bahwa rabies merupakan salah satu zoonosis paling mematikan dan mampu membunuh sekitar 35.000 hingga 50.000 orang setiap tahunnya. Praktik perdagangan anjing merupakan salah satu faktor signifikan yang menyebarkan risiko penyakit rabies maupun penyakit lainnya seperti Trichinellosis, Brucellosis, Kolera dan Enteritis. Selain mengancam kesehatan masyarakat, praktik perdagangan daging anjing juga sangat kejam dan melanggar hukum di antaranya Pasal 89 Ayat (2) UU No. 18/2009 jo UU No. 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pasal 6 UU No. 16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan yang pelanggarannya dapat ditindak sesuai Pasal 31 dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp. 150.000.000. 

Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Surat Edaran Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nomor 9874/SE/pk.420/F/09/2018 tanggal 25 September 2018 tentang Peningkatan Pengawasan Terhadap Peredaran atau Perdagangan Daging Anjing. Sayangnya masih belum banyak wilayah yang benar-benar menunjukkan keseriusannya dalam memerangi praktik yang kejam dan berbahaya ini. 

DMFI mencatat bahwa setiap tahun jutaan anjing diangkut secara brutal ke seluruh Indonesia untuk memenuhi permintaan daging anjing. Investigasi nasional DMFI telah mengungkapkan metode penangkapan, pengangkutan dan pembantaian yang kasar. Penderitaan luar biasa yang ditimbulkan pada anjing-anjing ini sungguh tidak terbayangkan. Banyak yang merupakan hewan peliharaan keluarga yang dicuri dan anjing yang diperdagangkan secara ilegal yang dikumpulkan dari jalanan dan daerah pedesaan. Mereka dijejalkan ke dalam kerangkeng sempit atau karung sampai mereka tidak bisa bergerak, mulut mereka diikat rapat sehingga mereka sulit bernapas lalu dibawa dalam perjalanan jauh tanpa makanan, air dan istirahat untuk akhirnya dibantai dengan brutal.

Berbagai respon positif kami dapat dari masyarakat saat penyampaian kampanye edukasi ini berlangsung. Mereka sepakat bahwa perdagangan dan konsumsi daging anjing harus dihentikan karena kekejaman dan bahayanya. Dengan kampanye edukasi ini, kami berharap masyarakat dapat membantu menyebarkan dan menumbuhkan kesadaran dimulai dari lingkup terdekat mereka sehingga bersama kita dapat segera mewujudkan Indonesia Bebas Daging Anjing; untuk Indonesia yang lebih baik dan aman bagi semua. 

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia