wrapkit

Satwa Dampingan dan Virus Corona COVID-19

Kemarin kami sempat mendengar kegaduhan ketika ada berita bahwa seekor anjing di Cina dikarantina minggu lalu setelah didiagnosa "weak positive" virus corona. Berita ini membuat banyak orang khawatir apakah satwa dampingan mereka bisa terinfeksi, sakit dan / atau menyebarkan penyakit. Pertama-tama kami harus tekankan bahwa: 

Para ahli mengatakan, sampai saat ini tidak ada bukti bahwa anjing atau kucing berisiko terserang virus korona atau bisa menyebarkannya ke manusia.

Perlindungan terbaik untukmu adalah tetap mencuci tangan dengan benar dan sesering mungkin, hal ini  juga mencegah penyebaran patogen terkait satwa dampingan lainnya.

Pemerintah Cina memperingatkan orang-orang untuk tidak mencium satwa dampingan mereka setelah satu individu anjing dikarantina di Hong Kong. Menurut Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi (AFCD) Hong Kong, anjing itu milik seorang pasien positif  coronavirus, yang mungkin membawa virus itu di mulut dan hidungnya. Dilaporkan bahwa anjing tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Mungkin, dalam kasus itu, virus ditularkan dari manusia, yang dipastikan mengidap COVID-19, kepada anjing. Menurut Dr. Will Sander, kepala program master kesehatan hewan bersama di jurusan kesehatan masyarakat di Universitas Illinois di Urbana-Champaign College of Veterinary Medicine.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, tidak ada alasan untuk panik tentang satwa dampingan sebagai kemungkinan korban atau pembawa virus corona, karena tidak ada bukti bahwa mereka dapat terinfeksi.

Banyak jenis virus, termasuk flu biasa, tidak dapat menyebar antara satwa dampingan dan manusia, mereka memiliki reseptor sel yang berbeda dari manusia, yang dapat mencegah beberapa virus yang ditularkan oleh manusia agar tidak tertular hingga menyebabkan infeksi ( meskipun hewan dapat memiliki versi penyakitnya sendiri).

American Veterinary Medical Association (AVMA ) menyebutkan bahwa belum jelas apakah ini kasus coronavirus novel (COVID-19). Dalam kasus anjing yang dikarantina yang dites positif, itu mungkin merupakan kasus kontaminasi lingkungan, atau bahkan ada kesalahan dengan tes tersebut.

Tetapi jika keluarga kamu sehat, dan satwa dampinganmu ada di rumah dan tidak sering bersentuhan dengan hewan lain, mereka tidak akan berisiko. Dan jika kamu memang ingin melindungi mereka, ikuti prosedur yang sama seperti saat kamu menghadapi masalah kesehatan satwa dampingan lainnya.

Praktik terbaik termasuk memastikan satwa dampingan kamu mendapatkan vaksinasi terbaru, menerima setidaknya pemeriksaan kesehatan hewan setiap tahun, dan tetap melakukan pencegahan untuk cacing hati dan kutu serta parasit lain. Cuci tangan Kamu setelah menyentuh binatang, karena air liur mereka dapat menyebarkan kuman lain, terlepas dari masalah coronavirus. Mencuci tangan setelah bersentuhan dengan hewan, terutama air liur mereka adalah sebuah tindakan yang bijak, karena mereka dapat menularkan bakteri seperti E. Coli dan Salmonella, yang dapat menyebabkan diare dan muntah, serta beberapa jenis parasit tertentu.

Apa yang harus diketahui pemilik satwa dampingan tentang coronavirus

Sekali lagi kami ingatkan - saat ini tidak ada bukti bahwa hewan, termasuk satwa dampingan, dapat terinfeksi COVID-19, dan tidak ada bukti bahwa satwa dampingan bahkan dapat menyebarkan virus.

Jika pemilik satwa dampingan pernah diminta untuk mengkarantina sendiri atau menjadi sakit karena coronavirus, The Houston Humane Society merekomendasikan:

  • Pertahankan pemisahan dan hindari kontak langsung dengan satwa dampingan dan hewan lain, termasuk mengelus, memeluk, dicium atau dijilat, dan berbagi makanan. Cobalah untuk membuat rencana alternatif untuk merawat satwa dampingan jika Kamu sakit.

  • Jika Kamu harus merawat satwa dampingan Kamu atau berada di dekat binatang saat Kamu sakit, cuci tangan Kamu sebelum dan setelah Kamu berinteraksi dengan satwa dampingan dan mengenakan masker wajah. 

Hewan penolong harus diizinkan untuk tetap bersama penangannya

HHS mengatakan vaksin coronavirus untuk anjing jelas berbeda dari COVID-19, dan hewan tidak perlu memakai masker untuk dilindungi dari COVID-19.

Pemilik satwa dampingan harus selalu memiliki "rencana kesiapan satwa dampingan" jika terjadi keadaan darurat: Itu termasuk:

  • Pastikan Kamu memiliki cukup makanan dan produk untuk memenuhi kebutuhan satwa dampingan.

  • Identifikasi anggota keluarga atau teman yang dapat merawat satwa dampingan jika Kamu atau seseorang di rumah Kamu sakit.

  • Siapkan pet carrier, makanan, dan persediaan tambahan untuk kondisi darurat yang mengharuskan membawa  satwa dampingan.

  • Menjaga agar semua vaksin hewan tetap mutakhir.

  • Pastikan semua obat didokumentasikan dengan dosis dan petunjuk pemberian. Termasuk resep dari dokter hewan Kamu juga sangat membantu.

  • Memiliki identifikasi untuk satwa dampingan Kamu : kalung dengan tag ID atau microchip.

Virus COVID-19 memang berbahaya, namun kepanikan jauh lebih berbahaya dari virus itu sendiri.  Semoga info ini berguna dan salam sayang kami untuk satwa dampingan kamu.


 

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia