Merapi Animal Emergency Response; Bergerak bersama untuk Satwa Merapi!
Sejak tanggal 5 November 2020, Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan status Merapi naik dari Waspada menjadi Awas (Level 3). Hingga sekarang pun (28/11/2020) Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang menandakan gunung akan mengalami erupsi berupa gempa guguran dan material longsoran baru. Pemerintah telah melaksanakan program mitigasi berupa pembuatan posko pengungsian dan evakuasi bagi penduduk yang berada dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi. Namun, sayang sekali satwa dampingan berupa anjing dan kucing masih luput dari perhatian pemerintah untuk turut dievakuasi karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi seperti satwa yang diternakkan.
Padahal bencana erupsi Merapi yang terjadi pada tahun 2010 silam menjadi gambaran nyata bahwa setiap nyawa berhak untuk diselamatkan. Perubahan status Merapi dalam hitungan hari mengakibatkan tim mitigasi tidak bisa mengusahakan evakuasi satwa yang ada dalam KRB Merapi 2010 silam. AFJ, Jakarta Animal Aid Network (JAAN), dan COP (Center for Orangutan Protection) bergerak secara mandiri untuk melakukan evakuasi serta feeding satwa-satwa yang ditinggalkan tersebut. Untuk mencegah lagi hilangnya nyawa tidak berdosa jika Merapi erupsi, sejak tanggal 20 November 2020 AFJ membentuk Merapi Animal Emergency Response. Gerakan ini bertujuan melakukan sosialisasi mitigasi satwa kepada para penduduk yang memiliki satwa dampingan.
Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, penduduk yang berada dalam KRB Merapi dapat mengusahakan evakuasi satwa dampingan mereka secara mandiri dengan bantuan tim AFJ tentunya. Namun karena berbagai keterbatasan, beberapa penduduk merasa keberatan, tidak sedikit yang memutuskan untuk meninggalkan saja satwa dampingannya saat mengungsi. Saran untuk melepaskan anjing-anjing yang terikat atau terkurung juga dirasa berat karena penduduk khawatir anjing-anjing mereka justru akan jadi sasaran pencuri anjing untuk konsumsi! Maka, pendataan satwa pun dilakukan dan tiap rumah yang memiliki satwa dampingan diberi sticker penanda untuk memudahkan tim relawan mengevakuasi satwa dampingan jika status Merapi naik menjadi Awas (Level 4).
Dengan bantuan relawan, sosialisasi mitigasi dan pendataan satwa ini dilakukan dari satu dukuh ke dukuh lainnya. Dukuh yang berada di KRB III menjadi prioritas tim relawan, kemudian turun ke dukuh yang memiliki resiko lebih kecil di KRB II dan I. Setelah menyelesaikan sosialisasi dan pendataan ini, tim relawan dan AFJ berkoordinasi dengan BPBD DIY dan PDHI DIY untuk mematangkan persiapan posko pengungsian satwa agar dapat menampung para satwa penyintas dan memberikan mereka perawatan yang dibutuhkan. Tentunya, kami tidak dapat bergerak sendiri. Bantuan dari relawan dan donatur akan sangat kami apresiasi dalam gerakan kami ini.
AFJ tidak dapat bergerak sendiri menyelamatkan satwa yang terdampak Merapi, karena itu bantuan relawan dan donatur akan sangat bermanfaat dan kami apresiasi.
Bila kamu ingin berkontribusi bagi para satwa bisa ke:
No rek BNI: 0248838020
A/N: Animal Friends Jogja
Mohon sertakan kode unik 137 di tiga digit terakhir nominal donasi
Untuk konfirmasi dan informasi lebih lanjut, hubungi 081325847713 (WA) atau email ke animalfriendsjogja@gmail.com
Mari peduli dan bergerak bersama menolong satwa!
