Menetasnya Kesadaran Baru: Saat Generasi Peternak Muda Bicara Soal Kebebasan Ayam
Di balik setiap telur yang kita kenal sehari-hari, ada kisah yang jarang diceritakan: tentang ruang sempit, cahaya yang tak pernah disentuh, dan sayap yang tak sempat direntangkan. Tapi di tangan generasi muda, kisah itu mulai berubah arah.
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan YoMa), melalui Kementerian Riset dan Keilmuan BEM, berkolaborasi dengan Animal Friends Jogja (AFJ) dalam seminar akademik bertajuk “Better Life, Better Eggs: Mendorong Sistem Ayam Bebas Sangkar”, pada 6 September 2025. Sebuah ruang belajar di mana ilmu peternakan tak lagi sekadar bicara soal produksi, tapi juga soal perasaan; bahwa kesejahteraan hewan adalah bagian dari kemanusiaan itu sendiri.
Ilmu yang Menyentuh Nurani
Dua narasumber dihadirkan untuk menanamkan nilai ini. drh. Desti Ika Yanti, Veterinarian dan Animal Welfare Specialist dari AFJ, membuka mata para peserta lewat penjelasan tentang perilaku alami ayam petelur—bagaimana mereka butuh ruang untuk bertengger, mandi debu, dan berinteraksi sosial—sesuatu yang mustahil mereka dapatkan di dalam kandang baterai.
Sementara itu, Agung Setyo Leksono, S.E., Ketua Kelompok Ternak Ayam Petelur Tri Manunggal Bhakti, berbagi pengalaman langsung tentang bagaimana manajemen peternakan bebas sangkar bisa berjalan efektif tanpa mengorbankan produktivitas.
Ia menegaskan, biosekuriti tetap jadi kunci, dan dengan manajemen pakan yang tepat, telur dari sistem bebas sangkar bisa punya kualitas cangkang lebih kuat, rasa lebih gurih, dan nutrisi yang lebih baik.
Ketika Generasi Baru Mulai Bertanya
Sebanyak 155 mahasiswa baru jurusan Peternakan hadir dengan semangat yang luar biasa. Mereka tak hanya mendengar, tapi juga berdialog; bertanya tentang biosekuriti, membandingkan sistem kandang baterai dan bebas sangkar, bahkan mengusulkan penggunaan bahan alami seperti empon-empon dalam pakan ayam.
Empat mahasiswa yang diwawancarai usai acara mengaku terinspirasi untuk menerapkan sistem bebas sangkar jika kelak memiliki peternakan sendiri. Sebuah sinyal kecil, tapi kuat: kesadaran baru sedang menetas di ruang-ruang akademik.
Lebih dari Sekadar Telur
Seminar “Better Life, Better Eggs: Mendorong Sistem Ayam Bebas Sangkar” bukan sekadar ajang berbagi ilmu, namun simbol dari gerakan yang lebih besar: gerakan menuju sistem pangan yang adil bagi semua makhluk hidup. Sebab kesejahteraan hewan bukan lagi isu pinggiran, tapi fondasi dari masa depan peternakan yang berkelanjutan dan berbelas kasih.
Seperti kata pepatah lama: “Telur tidak akan menetas tanpa kehangatan.” Begitu pula perubahan—ia tidak akan lahir tanpa kehangatan hati manusia di baliknya.
Semoga dari kampus Polbangtan YoMa, lahir generasi baruyang tidak hanya memahami aspek teknis beternak, tetapi juga semakin sadar bahwa sistem bebas sangkar dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan hewan dan lingkungan.
