wrapkit

Apasih Animal Welfare itu?

Apasih Animal Welfare itu?

Pasti kalian sudah sering mendengar istilah “Animal welfare” atau kesejahteraan hewan, tapi apa sih sebenarnya “kesejahteraan satwa” itu?

Secara umum, kesejahteraan satwa adalah suatu keadaan fisik dan psikologi hewan sebagai usaha untuk mengatasi lingkungannya. Istilah ini diperjelas melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009, yang menjelaskan bahwa Animal welfare adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan yang tidak layak terhadap hewan.


Hewan bisa disebut dalam keadaan kesejahteraan yang baik jika (seperti yang ditunjukkan oleh bukti ilmiah) itu sehat, nyaman, bergizi baik, aman, mampu mengekspresikan perilaku alami, dan jika tidak menderita keadaan yang tidak menyenangkan seperti rasa sakit, takut, dan cemas. Kesejahteraan hewan yang baik membutuhkan pencegahan penyakit dan perawatan yang baik, tempat tinggal yang tepat, manajemen, nutrisi, dan penanganan yang manusiawi. Kesejahteraan hewan mengacu pada keadaan hewan; perlakuan yang diterima hewan atau seperti yang didefinisikan oleh istilah lain seperti perawatan hewan, pemeliharaan hewan, dan perlakuan manusiawi. secara umum, melindungi kesejahteraan hewan berarti menyediakan kebutuhan fisik dan mental bagi hewan tersebut.

 

Memastikan kesejahteraan hewan adalah tanggung jawab manusia yang mencakup pertimbangan untuk semua aspek kesejahteraan hewan, termasuk perumahan yang layak, manajemen, nutrisi, pencegahan dan perawatan penyakit, perawatan yang bertanggung jawab, penanganan manusiawi, dan, bila perlu, euthanasia manusiawi.

 

Ada banyak perspektif tentang kesejahteraan hewan yang dipengaruhi oleh nilai-nilai dan pengalaman seseorang. Ada juga berbagai cara untuk mengukur kesejahteraan hewan, termasuk (tetapi tidak terbatas pada) kesehatan, produktivitas, perilaku, dan respons fisiologis.

 

Animal Welfare memiliki 3 aspek penting yaitu : Welfare Science, etika dan hukum.

Welfare science atau Kesejahteraan secara ilmiah, mengukur dampak  yang terjadi pada hewan dalam situasi dan lingkungan  yang berbeda, yang tentunya dilihat dari sudut pandang hewan. Welfare ethics atau Kesejahteraan secara Ilmiah, menilai tentang bagaimana manusia sebaiknya memperlakukan satwa. Welfare law atau Kesejahteraan secara Hukum, melihat tentang bagaimana manusia harus memperlakukan hewan.

Animal welfare membahas soal kepedulian dan perlakuan manusia terhadap setiap satwa, dalam meningkatkan kualitas hidup satwa secara individual. Sasaran Animal Welfare adalah semua hewan yang secara langsung maupun tidak, berinteraksi dengan manusia dimana intervensi manusia terbukti sangat mempengaruhi kelangsungan hidup hewan. Dalam hal ini Animal welfare tidak menitik beratkan kepada hewan liar, tetapi kepada hewan yang berada dalam pengasuhan atau pengelolaan manusia, seperti hewan liar dalam kurungan (lembaga konservasi, hiburan, labo), hewan ternak dan hewan potong (ternak besar/kecil), hewan pekerja dan hewan kesayangan atau hewan dampingan.

Cara untuk mengukur kesejahteraan hewan dikenal dengan konsep “Lima Kebebasan” (Five of Freedom) yang dicetuskan di Inggris sejak tahun 1992. Lima unsur kebebasan tersebut adalah:

  1. Bebas dari rasa lapar dan haus

  2. Bebas dari rasa tidak nyaman

  3. Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit

  4. Bebas mengekspresikan perilaku alami

  5. Bebas dari rasa stress dan tertekan.

Kelima faktor dari 5 kebebasan saling berkait dan akan berpengaruh pada semua faktor apabila salah satu tidak terpenuhi atau terganggu.

Bebas dari rasa lapar dan haus diartikan sebagai adanya air minum dan makanan yang dapat secara mudah diakses, guna mempertahankan kesehatan dan tenaga sang hewan. Dalam hal ini adalah penyediaan pakan yang seimbang dari segi gizi dan nutrisi yang sesuai dengan spesiesnya.

Bebas dari rasa tidak nyaman dipenuhi dengan penyediaan lingkungan yang layak termasuk shelter dan areal istirahat yang nyaman. Apabila keadaan ini gagal dipenuhi maka akan menimbulkan penderitaan dan rasa sakit secara mental yang akan berdampak pada kondisi fisik dan psikologi hewan.

Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit meliputi upaya pencegahan penyakit atau diagnosa dan tindakan yang cepat. Kondisi ini dipenuhi melalui penerapan pemeriksaan medis berkala. Jika kondisi ini terabaikan maka akan memicu munculnya penyakit dan ancaman penularan penyakit baik pada hewan lain maupun manusia. Misalnya: penyakit Hepatitis dan TBC pada orangutan yang direhabilitasi.

Sementara bebas mengekspresikan perilaku alami adalah penyediaan ruang yang cukup, fasilitas atau pengayaan (enrichment) yang tepat dan adanya teman dari jenis yang sama. Apabila keadaan ini tidak terpenuhi maka akan muncul perilaku abnormal seperti stereotype, dan berakhir dengan gangguan fisik lainnya.

Faktor terakhir adalah bebas dari rasa takut dan tertekan yaitu memberikan kondisi dan perlakuan yang mencegah penderitaan mental. Stress umumnya diartikan sebagai antithesis daripada sejahtera. Distress merupakan kondisi lanjutan dari stress yang mengakibatkan perubahan patologis. Lebih lanjut kondisi ini terlihat pada respon perilaku seperti menghindar dari stressor (contoh: menghindar dari temperatur dingin ke tempat yang lebih hangat dan sebaliknya), menunjukkan perilaku displacement (contoh; menunjukkan perilaku display yang tidak relevan terhadap situasi konflik dimana tidak ada fungsi nyata), dan bila tidak ditangani akan muncul perilaku stereotipik yang merupakan gerakan pengulangan dan secara relatif kelangsungan gerakan tidak bervariasi dan tidak punya tujuan jelas.

 

  1. Penilaian Animal Welfare adalah berdasarkan 5 kebebasan (Five of Freedom).

  2. Apabila salah satu dari 5 kebebasan terabaikan maka akan berdampak pada seluruh faktor.

  3. Gangguan kesejahteraan hewan dapat diukur berdasarkan perubahan fisiologi dan psikologi hewan.

  4. Dampak lebih lanjut dari pengabaian animal welfare mengakibatkan stress yang persisten.

  5. Stress akan akibatkan:

    • Rentan terhadap penyakit dan penderitaan panjang pada hewan

    • Menurunkan penampilan hewan

    • Menurunkan produksi hewan

    • Menekan sistem kekebalan tubuh (immunosuppressive)

    • Pengaruh buruk pada kesehatan manusia.

Bagaimana menurut kamu? Apakah kesejahteraan hewan sudah dipahami oleh semua pendamping hewan? Apakah konsep hewan sebagai individu sudah dipahami dan diaplikasikan di kehidupan sekitar kita?

 

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia