wrapkit

Perjuangan Panjang #StopSirkusLumba

Perjuangan Panjang #StopSirkuslumba

Diperbadut di kolam kecil penuh klorin yang membuat mata serasa terbakar, menahan lapar dan hingar bingar musik menggelegar. Semua siksa ini dilakukan atas nama EDUKASI. Namun apa yang anak-anak pelajari? Bahwa lumba-lumba biasa melompati cincin api?

Keresahan itu menjadi awalan perjuangan panjang Animal Friends Jogja, demi membebaskan setiap individu lumba-lumba dari sekapan. Membawa mereka kembali ke lautan luas seperti seharusnya.

Kampanye ini diimulai pada tahun 2011, saat kami memfasilitasi peluncuran Program Perlindungan lumba-lumba di Indonesia oleh Ric O’Barry dari Earth Island Institute / Dolphin Project dan rekan organisasi kami; Jakarta Animal Aid Network di Fakultas Biologi Universitas Gadjahmada. Setelah itu Animal Friends Jogja semakin aktif menyuarakan pemberantasan sirkus keliling lumba-lumba. Mulai bekerjasama di pusat rehabilitasi lumba-lumba di Karimunjawa dan aktif berperan dalam program edukasi kekejaman sirkus lumba melalui panggung boneka keliling.

Animal Friends Jogja menjadi penggerak akar rumput utama untuk isu Sirkus lumba di Jateng dan D.I.Y. Dengan bantuan relawan, Animal Friends Jogja membentuk tim khusus edukasi panggung boneka yang “manggung” dari wilayah sekitar Jogja hingga ke Lembata, Nusa Tenggara. Animal Friends Jogja juga menggalakkan kampanye online melalui sosial media dengan tagar #StopSirkuslumba dan tentunya aksi-aksi massa di jalanan.

Walaupun begitu, perjuangan Animal Friends Jogja, Jakarta Animal Aid Network, Dolphin Project dan rekan-rekan organisasi dan relawan lain (amat sangat) tidak mulus. Upaya kami untuk mendesak pemerintah untuk bertidak tegas terhadap praktik eksploitasi ini bergerak maju mundur. Kami mendesak Kementerian Kehutanan selaku pemangku otoritas lumba-lumba di Indonesia untuk menerapkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 447/KPTSII/2003 dan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.53/MenhutII/2006 yang menjelaskan prinsip kehati-hatian dan kewajiban Lembaga Konservasi (dalam hal ini para Operator Sirkus Keliling yang memang, memiliki izin Lembaga Konservasi) untuk memperlakukan satwa dilindungi sesuai etika dan pedoman kesejahteraan satwa melalui dialog dan diskusi, hingga terbit Surat Perintah No. 2.384/IV-SET/2013 pada 15 Agustus 2013 yang melarang sirkus keliling sampai dibuatnya pedoman peragaan lumba-lumba keliling.

Masalah belum selesai. 5 September 2014, tanpa adanya masukan dari LSM, Kementerian menerbitkan Pedoman Peragaan lumba-lumba yang dikeluarkan melalui Peraturan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam No. P.16/IV-SET/2014 yang alih-alih memberikan perlindungan, peraturan ini seakan mensahkan perlakuan-perlakuan di bawah standar kesejahteraan yang eksploitatif kepada lumba-lumba.

Ketika pemerintah pusat belum bisa bekerjasama, Animal Friends Jogja mencari jalan lain. Selain menggelar panggung boneka di sekolah-sekolah dan perkumpulan, kami mendekati pemerintah daerah dengan membawa fakta-fakta kekejaman dan menyambung opini masyarakat. Selain itu, kami juga terus melakukan aksi-aksi damai untuk mengedukasi masyarakat terkait kekejaman yang terjadi di balik senyum abadi lumba-lumba dalam sekapan.

Hingga akhirnya, setelah hampir satu dekade kami berjuang, pada tanggal 5 Februari 2020, Kementerian Kehutanan menolak perpanjangan izin peragaan keliling dari PT Wersut Seguni Indonesia, perusahaan terakhir yang membawa lumba-lumba dalam kotak kayu keliling Indonesia, menggunakan truk; Yang melabeli EKSPLOITASI sebagai edukasi; Yang menangkap lumba-lumba liar untuk dijadikan badut keliling demi profit.

Perjuangan kami belum berakhir. walaupun PT. WSI sudah menggulung tenda-tenda mereka, namun mereka masih memiliki izin untuk mengadakan pertunjukan serupa di fasilitas permanen mereka di Kendal, Jawa Tengah. Kami tidak akan berhenti untuk mengawasi dan memastikan tidak ada lumba-lumba yang dibawa keliling lagi. Dan tentunya kami akan terus mencari jalan, agar setiap lumba-lumba dalam sekapan bisa kembali berenang di lautan.

Terima kasih kepada semua rekan relawan, rekan organisasi (baik nasional maupun internasional), dan semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada kampanye #StopSirkuslumba.

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia